Tag Archives: one and only

EACH of US HAS UNIQUE ABILITIes \(^0^)/

I am only one; but still I am one. I cannot do everything; but still I can do something; and because I cannot do everything, I will not refuse to do the something that I can do.

Quote by: Edward Everett Hale, in Jeanie Ashley Bates Greenough, A Year of Beautiful Thoughts‎ (1902), p. 172. This is often misattributed to Helen Keller since the 1980s.

Terjemahan dalam Bahasa;

Aku hanya satu, tapi tetap aku masih ada satu.
Aku tak bisa melakukan segala sesuatu, tapi aku masih bisa melakukan sesuatu; dan karena aku tak bisa melakukan segala hal, aku takkan menolak untuk melakukan sesuatu yang bisa kulakukan.

hmmmm (@_@)

kalau diterjemahkan serius gitu jadi lumayan ruwet yah?
Pada intinya, menurutku kutipan dari Edward E. Hale ini cocok bagi setiap orang yang sedang merasa tak berdaya atau kurang kemampuan.
Setiap orang terlahir unik, seawam apapun kedudukan dan latar belakangnya selalu ada sesuatu yang membuatnya berbeda dari yang lain.

Kabar baiknya, perbedaan itu bisa jadi bagus-bagus loh (^0^)/. Bagaikan bumbu-bumbu dalam masakan, kita semua punya cita rasa khas yang kalau digabungkan bisa membuat rasa yang ‘mak nyuzz’. Seringkali memang kita tak menyadarinya, atau nasib yang lebih ngenes lagi adalah kalau kita menyadarinya dan lumayan bangga tapi malah oleh orang lain dianggap tidak penting, blaz. (T_T)”

Sebenarnya sih, pendapat orang bagaimana, apa itu bisa benar-benar mengubah siapa kita sebenarnya?

Bukankah memang tak satupun dari kita semua tahu bagaimana rasanya menjadi orang lain?

Kenapa juga kita merasa harus menilai diri sendiri dengan standar orang lain?

Ada yang bilang itu otomatis, lantaran kita ini makhluk sosial yang hidupnya selalu berada di sekitar orang lain. Ada juga yang bilang tidak harus, tapi tanpa sadar jadi begitu lantaran semua orang melakukannya (ini tipe yang lebih ngenes lagi, bahkan dalam pembelaannya pun masih saja membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain, (T__T)”). Kenyataannya, apapun alasannya, membandingkan diri dengan siapapun tak menjamin kita meraih kebahagiaan.

Jadi daripada menghabiskan waktu untuk menyesali apa yang tak mampu kita lakukan, bukankah lebih baik bersyukur dengan apa yang kita miliki dan fokus pada hal-hal yang memang sanggup kita kerjakan?

Aku percaya, setiap dari kita memiliki fungsi yang unik untuk menopang kehidupan.

Tak seorangpun, siapapun, dimanapun, kapanpun berhak mengatakan bahwa kita ini sia-sia.

tak seorangpun, terutama diri kita sendiri.

(^0^)/

God’s creation are unique, including us _(^0^)/
Advertisements